Isnin, 21 Januari 2013

Al-Qaradawi : Sambut Maulidur Rasul bukan bid'ah

Al-Qaradawi : Sambut Maulidur Rasul bukan bid'ah

Dr. Yusuf al-Qaradawi, Ketua Persatuan Ulama Islam Antarabangsa, membolehkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan seperti itu dibolehkan bagi mengingati kembali sirah perjuangan Rasulullah SAW, keperibadian Rasulullah SAW yang agung, dan misi yang dibawanya daripada Allah SWT kepada alam semesta. Menurut al-Qaradawi, perayaan Maulid Nabi SAW tidak termasuk dalam kategori bid'ah.

Dalam fatwanya, al-Qaradawi melandaskan pendapatnya dengan mengatakan bahawa memperingati kelahiran Rasulullah SAW adalah mengingatkan umat Islam terhadap nikmat luar biasa kepada mereka. "Mengingati nikmat Allah adalah sesuatu yang disyariatkan, terpuji dan memang diperintahkan. Allah SWT memerintahkan kita untuk mengingat nikmat Allah SWT, " ujar al-Qaradawi.

Namun demikian, al-Qaradawi juga mengatakan bahawa sambutan Maulid Nabi SAW jangan sampai dicampuri dengan pelbagai ragam kemungkaran dan penyimpangan syariat serta melakukan apa yang tidak diperintah langsung oleh Allah SWT.

"Menganggap peringatan Maulid adalah bid'ah dan semua bid'ah itu sesat dan tempatnya di neraka, itu tidak benar sama sekali. Yang kita tolak adalah mencampurkan peringatan itu dengan berbagai penyimpangan syariah Islam dan melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan langsung oleh Allah SWT seperti yang terjadi di sebahagian tempat," kata al-Qaradawi.

Fatwa al-Qaradawi dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan sejumlah umat Islam yang menanyakan, "Apa hukumnya merayakan Maulid Nabi SAW dan perayaan Islam lainnya, seperti perayaan tahun baru hijriyah, Isra Mi'raj dan lain-lain?" Maka, al-Qaradawi menjawab antara lain bahawa, "Mengingat nikmat itu diperintahkan, terpuji dan memang dianjurkan. Mengingatkan umat Islam dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam yang di dalamnya terdapat pelajaran yang bermanfaat, bukan sesuatu yang tercela, dan tidak boleh disebut sebagai bid'ah atau kesesatan. "

Beliau menambah, "Termasuk tanggungjawab kita adalah mengingati sirah perjalanan Rasulullah SAW dalam sambutan peringatan. Ini bukan peringatan yang bid'ah. Kerana kita mengingatkan manusia dengan Sirah Nabawiyah yang mendekatkan mereka dengan misi Muhammad SAW. Ini adalah kenikmatan luar biasa. Adalah dahulu para sahabat radhiallahu anhum kerap mengingati Rasulullah SAW dalam pelbagai kesempatan. "

Antara contohnya, al-Qaradawi menyebutkan, ungkapan seorang sahabat Sa'd bin Abi Waqqas radhallahu anhu, "Kami selalu mengingatkan anak-anak kami dengan peperangan yang dilakukan Rasulullah SAW sebagaimana kami menjadikan mereka menghafal satu surah dalam Al-Quran." Ungkapan ini, menurut al-Qaradawi menjelaskan bahawa para sahabat kerap menceritakan apa yang terjadi dalam perang Badar, Uhud dan lain-lain, kepada anak-anak mereka, termasuk peristiwa saat perang Khandaq dan Bai'atur Ridhwan."

Sumber : qaradawi.net

Tiada ulasan:

Catat Ulasan