Sabtu, 24 April 2010

KHUTBAH DI MASJID SG GELUGOR

23 April 2010. Penolong Pengarah Takmir Pulau Pinang telah dijemput sebagai khatib jemputan di Masjid Sg Gelugor daerah Timur Laut. Tajuk yang dibawakan oleh beliau ialah "Peranan Pemuda".

Di sini marilah sama-sama kita merenung satu kisah pemuda-pemuda yang kuat imannya dan menjaga akidah mereka dengan sepenuh jiwa dan raga mereka.

Dalam surah Al-Kahfi ayat 9-27 Allah SWT menceritakan dengan panjang lebar siapa pemuda ini dan bagaimana cabaran yang mereka hadapi demi mempertahankan akidah mereka:-

9. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim[872] itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan kami yang mengherankan?


[872] Raqim: sebagian ahli tafsir mengartikan nama anjing dan sebagian yang lain mengartikan batu bersurat.

10. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."

11. Maka kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu[873],

[873] Maksudnya: Allah menidurkan mereka selama 309 tahun qamariah dalam gua itu (lihat ayat 25) sehingga mereka tak dapat dibangunkan oleh suara apapun.

12. Kemudian kami bangunkan mereka, agar kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu[874]] yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

[874] kedua golongan itu ialah pemuda-pemuda itu sendiri yang berselisih tentang berapa lamanya mereka tinggal dalam gua itu.

13. Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita Ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.

14. Dan kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri[875], lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, Sesungguhnya kami kalau demikian Telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".

[875] Maksudnya: berdiri di hadapan raja Dikyanus (Decius) yang zalim dan menyombongkan diri.

15. Kaum kami Ini Telah menjadikan selain dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, Maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu[876].

[876] perkataan Ini terjadi antara mereka sendiri yang timbulnya Karena ilham dari Allah.

17. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, Maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

18. Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.



19. Dan Demikianlah kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. berkatalah salah seorang di antara mereka: sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)". mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, Maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.

20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya".

21. Dan demikian (pula) kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka[877], orang-orang itu berkata: "Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya".

[877] yang mereka perselisihkan itu tentang hari kiamat: apakah itu akan terjadi atau tidak dan apakah pembangkitan pada hari kiamat dengan jasad atau roh ataukah dengan roh saja. Maka Allah mempertemukan mereka dengan pemuda-pemuda dalam cerita Ini untuk menjelaskan bahwa hari kiamat itu pasti datang dan pembangkitan itu adalah dengan tubuh dan jiwa.

22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan[878] (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.

[878] yang dimaksud dengan Orang yang akan mengatakan Ini ialah orang-orang ahli Kitab dan lain-lainnya pada zaman nabi Muhammad s.a.w.

23. Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya Aku akan mengerjakan Ini besok pagi,


24. Kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah"[879]. dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".

[879] menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada nabi Muhammad s.a.w. tentang roh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar Aku ceritakan. dan beliau tidak mengucapkan Insya Allah (artinya jika Allah menghendaki). tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana nabi lupa menyebut Insya Allah haruslah segera menyebutkannya kemudian.

25. Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).



26. Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".

27. Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al Quran). tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padanya.

Gambar dari zalmarjan

Khamis, 22 April 2010

*SAMBUNGAN DARIPADA PENGAJIAN SURAH AN-NABA'

* sambungan...

Ayat 18-20 menceritakan detik2 pengakhiran dunia. Bilamana bumi sudah tidak mempunyai gravitinya hinggakan gunung ganang pun tercabut melayang. Itulah detik dimana kehancuran dunia dan seluruh alam.




18. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,



17. Sesungguhnya hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,



18. Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangsakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,



19. Dan dibukalah langit, Maka terdapatlah beberapa pintu,



20. Dan dijalankanlah gunung-gunung Maka menjadi fatamorganalah ia.



Ayat 21-30 secara panjang lebar Allah memberitahu suasana neraka Jahannam dan penghuninya:



21. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai[1547],



[1547] Maksudnya: di neraka Jahannam ada suatu tempat yang dari tempat itu para Penjaga neraka mengintai dan Mengawasi isi neraka.



22. Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,



23. Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,



24. Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,



25. Selain air yang mendidih dan nanah,



26. Sebagai pambalasan yang setimpal.



27. Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,



28. Dan mereka mendustakan ayat-ayat kami dengan sesungguh- sungguhnya.



29. Dan segala sesuatu Telah kami catat dalam suatu kitab[1548].



[1548] yang dimaksud dengan kitab di sini adalah buku catatan amalan manusia.



30. Karena itu rasakanlah. dan kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.





Ayat 31-36 pula adalah bentuk-bentuk ganjaran bagi orang yang berjaya di dunia dan lebih-lebih lagi di akhirat. Orang yang mendapat kemenangan adalah orang bertaqwa.

31. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan,



32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,



33. Dan gadis-gadis remaja yang sebaya,



34. Dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).



35. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.



36. Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,





Ayat 37-40 merupakan penutup kepada berita yang sangat penting ini dimana Allah SWT memperingatkan manusia agar takut kepada hari berhisab di mana tidak bermanafaat harta benda dan anak-anak. Jalan yang terbaik adalah kembali kepadaNya yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Namun bagi orang yang tetap engkar dan degil di akhirat nanti "nasi sudah menjadi bubur" menyesal air mata darah sekali pun tiada gunanya. Terimalah apa yang di perbuat di atas dunia ini.



37. Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; yang Maha Pemurah. mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.



38. Pada hari, ketika ruh[1549] dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang Telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.



[1549] para ahli tafsir mempunyai pendapat yang berlainan tentang maksud ruh dalam ayat ini. ada yang mengatakan Jibril, ada yang mengatakan tentara Allah, ada pula yang mengatakan ruh manusia.



39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.



40. Sesungguhnya kami Telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang Telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata:"Alangkah baiknya sekiranya dahulu adalah tanah".


Penolong Pengarah Takmir bersama Pengerusi Masjid Batu Feringghi dan ahli jawatankuasa serta Imam

KULIAH MAGHRIB SETIAP HARI RABU DI MASJID AR RAHMAH BATU FERINGGHI DAERAH TIMUR LAUT PULAU PINANG

Setiap hari Rabu Masjid Ar Rahmah Batu Feringghi mengadakan kuliah Maghrib menggunakan Kitab Tafsir Juz 'Amma karangan Al 'Allamah Al Adib Al Jama'in Abdul Murad Sumatera Barat. Kuliah disampaikan oleh al-fadhil Us Hj Muhammad Imran bin Ibrahim, Penolong Pengarah Takmir, Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Pulau Pinang.


Gambar lama masjid Ar Rahmah sebelum diubah suai denga pembinaan baru


Pengajian sekarang sedang membahas dan menghuraikan surah An-Naba' yang bermaksud "Berita"

SURAH AN NABA’ (BERITA)

Surah Makiah ayatnya 40 Surah ke 78

Allah SWT memulakan surah ini dengan suasana yang menyelubungi orang-orang Quraisy ketika Rasulullah mengumumkan bahawa baginda adalah pesuruh Allah. Pengumuman itu memberikan impak yang cukup besar hinggakan orang-orang di bumi Mekah terbahagi kepada 3 kelompok:
1-kelompok pertama:-orang yang terus beriman dan percaya kepada baginda dengan apa yang dikhabarkan itu.
2-kelompok kedua:-orang yang mahu melihat bukti-bukti dan tanda-tanda kenabian yang ada pada baginda terlebih dahulu.
3-kelompok ketiga:-orang yang tidak mahu membenarkan dan tidak berusaha untuk mencari kebenaran malah mencari kesalahan  baginda. Ada juga terdapat melihat kepada golongan majoriti. Jika majoriti tidak percaya maka dia pun jadi tidak percaya begitulah sebaliknya. Lantas Allah SWT menyatakan senario yang berlaku dalam ayat 1-5:
1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

2. Tentang berita yang besar[1544],

[1544] yang dimaksud dengan berita yang besar ialah berita tentang hari berbangkit.

3. Yang mereka perselisihkan tentang ini.

4. Sekali-kali tidak[1545]; kelak mereka akan mengetahui,

[1545] Ini adalah sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Mekah yang mengingkari hari berbangkit dan hari kiamat.

5. Kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka Mengetahui.



Dalam ayat 6-16 pula Allah mengajak manusia agar merenung dan memikirkan segala penciptaanNya baik di langit atau di bumi. ayat 6-11 Allah meminta manusia melihat benda yang ada di sekeliling mereka. Yang nyata di hadapan mereka. bermula dengan bumi yang dipijak, gunung yang terpacak, semua makhluk yang terdiri berpasangan (lelaki perempuan, jantan betina, positif negatif, besar kecil, tinggi panjang, utara selatan dan lain-lain), tidur manusia, kejadian malam, siang,

6. Bukankah kami Telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

7. Dan gunung-gunung sebagai pasak?,

8. Dan kami jadikan kamu berpasang-pasangan,

9. Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

10. Dan kami jadikan malam sebagai pakaian[1546],

[1546] malam itu disebut sebagai pakaian Karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai Pakaian menutupi tubuh manusia.

11. Dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,



Ayat 12-16 Allah mahu  manusia melihat ke arah langit untuk menilai diri sendiri dan agar manusia mengetahui siapa khaliq dan siapa makhluk, siapa tuan dan siapa hamba, siapa kuat dan siapa yang lemah, siapa pengatur dan siapa yang diatur.
12. Dan kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,

13. Dan kami jadikan Pelita yang amat terang (matahari),

14. Dan kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

15. Supaya kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

16. Dan kebun-kebun yang lebat



Diantara jemaah yang hadir semasa kuliah

* bersambung

Rabu, 21 April 2010

KELAS MIRAS DAN FARAID

21 April 2010. Bertempat di Surau Al-Ehsan, Kuarters Kakitangan Kerajaan Lebuhraya Rose, satu kuliah agama berkaitan dengan hak-hak pewarisan dan juga pembahagian harta pusaka telah disampaikan oleh Y.A.A Tuan Shahidan Hakim Mahkamah Syariah Seberang Perai Selatan. Isu-isu semasa berkaitan hal terbabit sangat menarik perhatian jemaah yang hadir dan kelas berlanjutan hingga jam 9.00 malam. Ilmu ini adalah diantara yang akan diangkat dahulu ke langit oleh Allah SWT sebelum berlakunya hari kiamat. Oleh itu amat jarang umat Islam menguasai ilmu waris dan harta pusaka ini. Namun permasalahan harta terus tidak dapat diselesaikan ekoran jahilnya umat Islam dengan kaedah ini.
Y.A.A sedang menerangkan siapa yang layak dan siapa yang tidak dalam pemilikan harta serta syarat-syaratnya.

 Jemaah mendengar dengan penuh minat dengan kuliah tersebut disamping mengajukan persoalan semasa.


Kisah pembahgian harta ini diwahyukan oleh Allah SWT secara panjang lebar dalam surah an-Nisa' bermula dengan cerita harta anak-anak yatim yang tidak boleh digunakan secara sewenang-wenangnya atas maksud untuk mengambil kesempatan dengan keadaan mereka. Oleh itu dalam surah ini bermula dari ayat 5-10 Allah menerangkan kepada kita apa yang perlu dilakukan terhadap anak yatim :-

5. Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum Sempurna akalnya[268], harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. berilah mereka belanja dan Pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.




[268] orang yang belum Sempurna akalnya ialah anak yatim yang belum balig atau orang dewasa yang tidak dapat mengatur harta bendanya.

6. Dan ujilah[269] anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka Telah cerdas (pandai memelihara harta), Maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, Maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, Maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, Maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).



[269] Yakni: mengadakan penyelidikan terhadap mereka tentang keagamaan, usaha-usaha mereka, kelakuan dan lain-lain sampai diketahui bahwa anak itu dapat dipercayai.

7. Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang Telah ditetapkan.



8. Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat[270], anak yatim dan orang miskin, Maka berilah mereka dari harta itu [271] (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.



[270] kerabat di sini maksudnya : kerabat yang tidak mempunyai hak warisan dari harta benda pusaka.

[271] pemberian sekedarnya itu tidak boleh lebih dari sepertiga harta warisan.

9. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.



10. Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, Sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).



Disamping itu Tn Hj Musa, Bendahari Surau sedang menyediakan Teh Tarik untuk jamuan


Kemudian baru Allah menyuruh kita melakukan pembahagian harta menurut peraturannya dalam surah an'Nisa' ini bermula ayat 11-14 :
 
11. Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan[272]; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua[273], Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.




[272] bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah Karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan, seperti kewajiban membayar maskawin dan memberi nafkah. (lihat surat An Nisaa ayat 34).

[273] lebih dari dua maksudnya : dua atau lebih sesuai dengan yang diamalkan nabi.

12. Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. jika Isteri-isterimu itu mempunyai anak, Maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. jika kamu mempunyai anak, Maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), Maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. tetapi jika Saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris)[274]. (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.



[274] memberi mudharat kepada waris itu ialah tindakan-tindakan seperti: a. mewasiatkan lebih dari sepertiga harta pusaka. b. berwasiat dengan maksud mengurangi harta warisan. sekalipun kurang dari sepertiga bila ada niat mengurangi hak waris, juga tidak diperbolehkan.

13. (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar.



14. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.


Bab munasakhat adalah yang paling rumit melibatkan pertindihan pemilikan harta yang tidak diselesaikan sekian lama

Adik-adik pun turut berminat

Selasa, 20 April 2010

LAPORAN ANALISA PEMANTAUAN KELAS PENGAJIAN TAKMIR NEGERI PULAU PINANG BAGI TAHUN 2009


1. TUJUAN




Kertas Laporan Analisa Pemantauan Kelas Pengajian Takmir Negeri Pulau Pinang bagi tahun 2009 ini dikemukakan kepada ahli Mesyuarat Jawatankuasa Pengurusan Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Pulau Pinang untuk menilai prestasi perlaksanaan kelas pengajian takmir dan memohon pandangan serta cadangan daripada semua untuk penambahbaikan kelas pengajian takmir di negeri Pulau Pinang.


2. LATARBELAKANG


2.1 Program Takmir Masjid dan Surau adalah satu program pengajian Agama Islam secara tidak formal di masjid-masjid dan surau-surau yang dikendalikan oleh Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri di seluruh Malaysia melalui penyelarasan dan pembiayaan oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).



2.2 Di Negeri Pulau Pinang program ini telah pun bermula semenjak ianya diperkenalkan oleh JAKIM iaitu pada tahun 1985. Sehingga kini terdapat lebih kurang 180 orang guru takmir, 200 buah masjid qaryah
dan 430 buah surau yang telah ditakmirkan dan jumlah kelas dalam sebulan adalah sebanyak 1348 buah kelas sedang berjalan.



2.3 Guru Takmir adalah guru yang dilantik oleh Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Pulau Pinang dan dibiayai sepenuhnya oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia. Mereka diberi tugas untuk menyebar luaskan ilmu pengetahuan dan ajaran Islam kepada masyarakat, membenteras ajaran yang menyeleweng dan sesat, serta memakmurkan masjid dan surau sebagai pusat penyebaran Agama Islam.



2.4 Kelas Pengajian Takmir ini mendapat sambutan daripada kalangan masyarakat, terutama dari golongan dewasa ke atas. Secara tidak langsung kelas pengajian takmir banyak membantu di dalam usaha pengimarahan masjid. Dengan adanya kelas pengajian ini maka masjid dan surau akan sentiasa dikunjungi oleh orang ramai.



2.5 Kelas pengajian takmir ini diselia dan dipantau oleh Pegawai Penyelaras Masjid di setiap daerah. Laporan akan di hantar ke Jabatan kepada Unit Takmir pada setiap bulan untuk melihat perkembangan perjalanan kelas tersebut.



3. OBJEKTIF



3.1 Untuk mengkaji keberkesanan kelas pengajian takmir yang dijalankan di masjid dan surau.

3.2 Menilai prestasi dan komitmen guru-guru takmir yang mengajar.

3.3 Melihat sambutan masyarakat ke atas kelas pengajian takmir.

3.4 Mengkaji kelemahan dan membuat penambahbaikan untuk meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran kelas takmir.



4. MEKANISMA DAN SKOP PEMANTAUAN



4.1 Pemantauan di laksanakan Oleh PPMD di masjid da surau yang dijadualkan

4.2 Mekanisma pemantauan adalah seperti berikut :

(i) Laporan Pemantauan oleh PPMD (setiap bulan)

(ii) Laporan maklumbalas pelanggan yang diedarkan kepada jemaah atau AJK yang mengikuti kelas pengajian takmir.(sekurangnya setahun sekali)



4.3 Skop pemantauan adalah seperti berikut :



(a) Pemantauan oleh PPMD:

(i) Nama Guru

(ii) Tajuk Kitab

(iii) Nama Masjid/Surau

(iv) Menepati Tajuk

(v) Persediaan sebelum mengajar

(vi) Keterampilan

(vii) Nada suara

(viii) Masa pengajian

(ix) Penjelasan al-Quran/Hadis



(b) Maklumbalas pelanggan:

(i) Tajuk Pengajian

(ii) Nama masjid/surau

(iii) Menepati tajuk

(iv) Huraian fakta/isi

(v) Keterampilan

(vi) Nada suara

(vii) Kelancaran

(viii) Pembacaan ayat al-Quran dan Hadis



4.4 Skala pemarkahan adalah seperti berikut:



(i) 1-Cemerlang

(ii) 2-Baik

(iii) 3-Sederhana

(iv) 4-Lemah





5. Komentar dari PPMD



(i) Secara keseluruhan kelas pengajian takmir berjalan dengan baik dan mendapat sambutan dari masyarakat. Takmir symbol pengimarahan di masjid/surau Pulau Pinang.

(ii) Namun begitu guru-guru takmir perlu diberi latihan dan kursus peningkatan kualiti agar teknik penyampaian akan lebih menarik dan berkesan.

(iii) Kurikulum Baru yang baru dilancarkan telah menyuntik semangat guru takmir untuk berdakwah.

(iv) Terdapat guru takmir yang tidak dapat mengikuti kelas tafaquh yang diadakan kerana tugas rasmi di siang hari.

(v) Menambah bilangan guru takmir dan melantik guru-guru yang lebih muda kerana ada beberapa guru takmir yang uzur dan tidak mampu untuk mengajar kesemua kelas yang dijadualkan

(vi) Buka kelas takmir lebih banyak untuk kaum ibu kerana permintaan yang tinggi dari kaum ibu namun guru wanita yang berkurangan.

(vii) Ada sesetengah masjid dan surau yang bilangan jemaahnya kurang memuaskan. Namun program ini sebenarnya adalah syiar hidupnya sesuatu masjid itu.



6. Komentar dari maklumbalas pelanggan.



(i) Keseluruhan kelas pengajian takmir berjalan dengan baik

(ii) Mohon tambah bilangan kelas pengajian

(iii) Naikkan elaun guru takmir

(iv) Guru takmir perlu ada daya penarik dan teknik penyampaian yang lebih berkesan.

(v) Guru takmir perlu diberi kursus dan latihan sekurang-kurangnya 2 kali setahun.

(vi) Perlunya guru takmir yang muda dan berkebolehan untuk tampil menggantikan guru lama yang sudah uzur.

(vii) Kebanyakan guru takmir berilmu dan berkebolehan untuk mengajar tetapi gaya dan cara penyampaian kurang menarik perhatian peserta. Guru-guru perlu sentiasa diberi pendedahan hal berikut.

(viii) Para jemaah perlu diberikan kitab atau bahan rujukan yang sama dengan guru takmir supaya pemahaman lebih mendalam dan ilmu yang disampaikan lebih berkesan.





7. SWOT



7.1 Strength (kekuatan)



(i) Peruntukan kewangan dari JAKIM

(ii) Pemantauan dan penyeliaan daripada Pegawai Takmir Negeri dan PPMD

(iii) Kerjasama AJK Qaryah



7.2 Weaknesses (kelemahan)



(i) Keadaan guru takmir yang sudah tua dan uzur.

(ii) Teknik penyampaian dan pembelajaran yang kurang menarik dan kurang berkesan

(iii) Kurang bersedia dengan kitab rujukan



7.3 Opportunity (peluang)



(i) Bantuan daripada Majlis Agama Islam Pulau Pinang (Pusat Urus Zakat)

(ii) Masjid dan surau yang belum ditakmirkan dan yang baru dibina

(iii) Golongan muda yang berilmu dan berkebolehan boleh dilantik untuk menjadi pelapis kepada guru lama

(iv) Tawaran kursus dari JAKIM dan Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Pulau Pinang.

(v) Kelas tafaqquh yang dijalankan di setiap daerah dapat membantu kepada peningkatan ilmu dan kefahaman yang mendalam kepada guru takmir



7.4 Threat ( Ancaman)



(i) Penceramah yang tidak bertauliah bebas memberi ceramah di masjid/surau. Terdapat jemaah tabligh yang tidak mahu turut serta dalam kelas pengajian.

(ii) Kurang kerjasama daripada setengah Ahli jawatankuasa masjid/surau

(iii) Kurang sambutan daripada jemaah



8. SYOR/CADANGAN PENAMBAHBAIKAN.



(i) Memberi latihan dan kursus peningkatan profesionalisme guru takmir

(ii) Mengadakan multaqa/ijtimak guru takmir peringkat negeri Pulau Pinang dan Kebangsaan

(iii) Pemerhatian dan Pemantau yang lebih menyeluruh oleh Pegawai dan PPMD.





9. PENUTUP



Semoga dengan laporan yang disediakan di atas bagi tahun 2009M /1431H dapat menarik perhatian semua masyarakat dan dapat mengambil inisiatif serta beberapa langkah positif untuk memperbaiki dan memperkasakan lagi kelas pengajian takmir di negeri Pulau Pinang.







Disediakan oleh:



Unit Takmir,

Bahagian Pengurusan Masjid/Surau

Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Pulau Pinang.

Isnin, 19 April 2010

KETIKA MASIH ADA WAKTU.....

Detik dan ketika adalah masa. Tika dan saat ini tidak bertepi. Ia tajam, ia kejam, ia rencam. Tak dapat dikembalikan bila ia berdetik dan terus berdetik. Allah SWT bersumpah dengan masa dalam surah Al-Asr. Rasulullah SAW berpesan dengan sabda baginda Rebutlah 5 Perkara Sebelum Datang 5 Perkara.Itu waktu yang Tuhan berikan kepada manusia. Janganlah menjadi orang yang dirugikan dengan masa.

1. KETIKA MENCARI CALON


Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.


2. KETIKA MELAMAR

Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis,
tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH

Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu,tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN

Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa'kan anda, kerana anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI kerana
menyia-nyiakan do'a mereka.

5. KETIKA MALAM PERTAMA

Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA

Sedarilah bahawa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA GOYANG

Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.

Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.

Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda,tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA MERUDUM

Yakinlah bahawa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.KETIKA EKONOMI BERKEMBANG

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI

Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri memerlukan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI

Tetaplah berjalan dengan gemalai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK

Jangan pernah berpikir bahawa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak,kerana orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak ....

15.KETIKA ANAK BERMASALAH

Yakinilah bahawa tidak ada seorang anakpun yang tidak mahu bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL.

Jangan diminum, cukuplah suami, isteri sebagai ubat.


17.KETIKA INGIN AMAN DAN HARMONIS

Gunakanlah formula 7 K

1 Ketaqwaan

2 Kasih sayang

3 Kesetiaan

4 Komunikasi dialogis

5 Keterbukaan

6 Kejujuran

7 Kesabaran
 
*dipetik dari lama blog :  http://hjarshad.blogspot.com/

Jumaat, 16 April 2010

SEKITAR PERASMIAN MASJID SERI AMPANGAN, (BERSEBELAHAN USM TRANS KERIAN) SEBERANG PERAI SELATAN OLEH TUAN YANG TERUTAMA NEGERI PULAU PINANG

Masjid yang siap sepenuhnya pada tahun 2007

Peta untuk memudahkan jemaah yang berkunjung

Tn Hj Sazali b Hussein, Pengarah Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Pulau Pinang dan Dato' Hj Hassan b Ahmad, Mufti Kerajaan Negeri Pulau Pinang.

Back Drop Perasmian Oleh Tuan Yang Terutama Dato' Seri Utama Dr Hj Abd Rahman B Hj Abbas, Yang Di Pertua Negeri Pulau Pinang

Ketibaan Polis pengiring

Ketibaan Tuan Yang Terutama

Tuan Yang Terutama disambut oleh Y.B Exco Agama dan  Y.B ADUN Sg. Acheh.
Tuan Yang Terutama melangkah untuk menaiki tangga masjid

Beramah mesra dengan Yang Amat Arif Dato' Musa, Ketua Hakim Syari'e JKSM Pulau Pinang

Sebelum pengumuman dibuat

Bacaan Al-Quran pembuka majlis

Y.A.A Tuan Shahidan Hakim Syari'e Jawi, Daerah Seberang Perai Selatan

Ucapan aluan oleh Pengerusi Masjid

Antara tetamu yang hadir

Untuk memberkati  majlis bacaan doa oleh S.S Dato' Mufti Kerajaan Negeri Pulau Pinang

Dif-dif kehormat turut mengaminkan doa

Khatib hari ini oleh Yg. Berbahagia Ustaz Hj Elias b Hj Zakaria, Yang di Pertua Majlis Agama Islam Negeri Pulau Pinang

Y.A.A SPS, Ustaz Abd Rashid dari Bahagian Pengurusan Masjid dan Surau JHEAIPP dan S.F Ustaz Sallehuddin b Sulaiman Pegawai Tadbir Agama Butterworht, SPU